Minggu, 20 Maret 2011

PSAK 33: Akuntansi Pertambangan Umum


PENDAHULUAN
Tahap adopsi IAS 41 dalam rangkaian konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan pada tahun 2008 sampai dengan 2010 selanjutnya pada tahun 2011 dilakukan tahap persiapan akhir yaitu penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan, penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS dan pada tahun 2012 tahap implementasi PSAK berbasis IFRS secara bertahap dan mengevaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Manfaat dari konvergensi IFRS adalah :
§  Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan StandarAkuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).
§  Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.
§  Menurunkan biayamodal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global.
§  Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

Berikut ini adalah perbandingan IFRS dengan PSAK sebagai berikut :

                        Sumber : www.iaiglobal.or.id

Progres konvergensi IFRS 2009 sampai dengan 2010 adalah :
§  Jumlah PSAK yang telah disahkan dari Juni 2009Juni 2010 berjumlah 15 buah, semuanya berlaku 2011 kecuali PSAK 10 berlaku 2012 namun penerapan dini diijinkan
§  Bila asumsi ED PSAK 3 dan ED ISAK 17 disahkah dalam waktu dekat, maka jumlah PSAK yang akan berlaku efektif 2012 adalah 15 buah dan ISAK 7 buah.
§  Jumlah PSAK yang belum disahkan dan akan berlaku 2012 sampai dengan Juni 2010 dan ISAK adalah 5 buah
§  Jumlah PSAK yang masih Non Comparable dengan IFRS adalah 8 buah
§  Jumlah PSAK yang telah dicabut dgn PPSAK dan pencabutan berlaku sejak 2010 adalah 9 PSAK dan 1 Interpretasi . Beberapa PSAK juga telah dicabut dgn bersamaan dgn berlakunya PSAK baru sehingga total PSAK yang dicabut adalah 16 PSAK.
Dalam rincian substantially Non Comparable pada PSAK 33 : Akuntansi Pertambangan Umum sudah diputuskan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI) untuk merevisi PSAK tersebut dalam rangka proses konvergensi IFRS di Indonesia. PSAK 33 : Akuntansi Pertambangan Umum direvisi menjadi ED PSAK 33 (revisi 2011): Akuntansi Pertambangan Umum.
ED PSAK 33 (revisi 2011): Akuntansi Pertambangan Umum mengatur perlakuan akuntansi atas:
- Aktivitas pengupasan lapisan tanah;
- Aktivitas pengelolaan lingkungan hidup.

Sementara PSAK 33 (1994): Akuntansi Pertambangan Umum mengatur perlakuan akuntansi atas:
- Aktivitas eksplorasi;
- Aktivitas pengembangan dan konstruksi;
- Aktivitas produksi (termasuk pengupasan lapisan tanah);dan
- Aktivitas pengelolaan lingkungan hidup.

Penyempitan ruang lingkup ED PSAK 33 (revisi 2011) disebabkan adopsi IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources menjadi ED PSAK 64: Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral yang mengatur akuntansi terkait dengan aktivitas eksplorasi dan perubahan SAK lain yang mengatur akuntansi terkait dengan aktivitas pengembangan dan konstruksi.

2. Ketentuan Transisi
ED PSAK 33 (revisi 2011): Akuntansi Pertambangan Umum tidak mengatur ketentuan transisi. Jika hal ini menyebabkan perubahan kebijakan akuntansi, maka perubahan kebijakan akuntansi tersebut diterapkan secara retrospektif (lihat PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan).
Hal ini disebabkan tidak ada perubahan kebijakan akuntansi untuk aktivitas pengupasan lapisan tanah dan pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana yang diatur dalam ED PSAK 33 (revisi 2011) dan PSAK 33 (1994).
Perubahan yang mungkin terjadi terkait dengan aktivitas eksplorasi (lihat ED PSAK 64: Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral), aktivitas pengembangan (lihat ED PSAK 19: Aset Takberwujud dan KDPPLK), dan aktivitas konstruksi (lihat PSAK 16: Aset Tetap).

Secara umum perbedaan antara ED PSAK 33 (revisi 2011): Akuntansi Pertambangan Umum dan PSAK 33 (1994): Akuntansi Pertambangan Umum adalah sebagai berikut :












                        Sumber : Exposure Draft PSAK 33

Berikut ini adalah pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh IAI sebagai berikut :

PERNYATAA N STA NDAR AKUNTA NSI KEUA NGA N
NO. 33 (REVISI 2011)
AKUNTA NSI PERTA MBANGAN UMUM
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 33 (revisi 2011) terdiri dari paragraf 1-16. Seluruh paragraf dalam PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsipprinsip utama. PSAK 33 (revisi 2011) harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.

PENDAHULUAN
Tujuan
01. Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi atas aktivitas pengupasan lapisan tanah dan aktivitas pengelolaan lingkungan hidup pertambangan umum.

Ruang Lingkup
02. Pernyataan ini diterapkan untuk akuntansi pertambangan umum yang terkait dengan:
(a) aktivitas pengupasan lapisan tanah dan;
(b) aktivitas pengelolaan lingkungan hidup.

Definisi
03. Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia, serta mahluk hidup lainnya. Biaya pengelolaan lingkungan hidup adalah biaya yang timbul atas usaha mengurangi dan mengendalikan dampak negatif kegiatan pertambangan, dan biaya rutin lainnya
04. Dengan adanya kegiatan penambangan pada suatu daerah tertentu, maka akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup di sekitar lokasi penambangan, meliputi tetapi tidak terbatas pada:
(a) Pencemaran lingkungan, yaitu masuknya atau dimasukannya mahluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan dan/atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungan sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
(b) Perusakan lingkungan, yaitu adanya tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap perubahan sifat-sifat dan/atau hayati lingkungan yang mengakibatkan lingkungan itu kurang berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkesinambungan.
05. Sebagai usaha untuk mengurangi dan mengendalikan dampak negatif kegiatan usaha penambangan, maka perlu dilakukan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi upaya terpadu
dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, dan pengembangan lingkungan hidup.

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah
06. Biaya pengupasan tanah penutup dibedakan antara Akuntansi Pertambangan Umum ED PSAK No. 33 (revisi 2011) pengupasan tanah awal untuk membuka tambang, yaitu pengupasan tanah yang dilakukan sebelum produksi dimulai dan pengupasan tanah lanjutan yang dilakukan selama masa produksi. Biaya pengupasan tanah awal diakui sebagai asset (beban tangguhan), sedangkan biaya pengupasan tanah lanjutan diakui sebagai beban. Sebelum produksi dilaksanakan, dihitung terlebih dahulu rasio rata-rata tanah penutup (average stripping ratio), yaitu perbandingan antara taksiran kuantitas lapisan batuan/tanah penutup terhadap taksiran ketebalan bahan galian (seperti batubara) yang juga dinyatakan dalam satuan unit kuantitas.
07. Biaya pengupasan tanah lanjutan pada dasarnya dibebankan berdasarkan rasio rata-rata tanah penutup. Dalam keadaan di mana rasio aktual tanah penutup (yaitu rasio antara kuantitas tanah/batuan yang dikupas pada periode tertentu terhadap kuantitas bagian cadangan yang diproduksi untuk periode yang sama) tidak berbeda jauh dengan rasio rata-ratanya, maka biaya pengupasan tanah yang timbul pada periode tersebut seluruhnya dapat dibebankan. Dalam hal rasio aktual berbeda jauh dengan rasio rata-ratanya, maka apabila rasio aktual lebih besar dari rasio rata-ratanya, kelebihan biaya pengupasan diakui sebagai aset (beban tangguhan).
Selanjutnya, aset tersebut akan dibebankan pada periode di mana rasio aktual jauh lebih kecil dari rasio rata-ratanya.

Aktivitas Pengelolaan Lingkungan Hidup
08. Provisi pengelolaan lingkungan hidup harus diakui jika:
(a) terdapat petunjuk yang kuat bahwa telah timbul kewajiban pada tanggal pelaporan keuangan akibat kegiatan yang telah dilakukan;
(b) terdapat dasar yang wajar untuk menghitung jumlah kewajiban yang timbul.
09. Taksiran biaya untuk pengelolaan lingkungan hidup yang timbul sebagai akibat kegiatan eksplorasi dan pengembangan diakui sebagai aset (beban tangguhan).
10. Taksiran biaya untuk pengelolaan lingkungan hidup yang timbul sebagai akibat kegiatan produksi tambang diakui sebagai beban.
11. Pada tanggal pelaporan, jumlah provisi pengelolaan lingkungan hidup harus dievaluasi kembali untuk menentukan apakah jumlah akrualnya telah memadahi.
12. Jika jumlah pengeluaran pengelolaan lingkungan hidup yang sesungguhnya terjadi pada tahun berjalan sehubungan dengan kegiatan periode lalu lebih besar dari pada jumlah akrual yang telah dibentuk, maka selisihnya dibebankan ke periode di mana kelebihan tersebut timbul.

PENYAJIAN
13. Taksiran Provisi pengelolaan lingkungan hidup disajikan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah kewajiban yang telah ditangguhkan, setelah dikurangi dengan jumlah
pengeluaran yang sesungguhnya terjadi.

PENGUNGKAPA N
14. Entitas mengungkapkan, tetapi tidak terbatas pada:
(a) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(i) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya pengelolaan lingkungan hidup;
(ii) Metode amortisasi atas biaya pengelolaan lingkungan hidup yang ditangguhkan.
(b) Mutasi taksiran kewajiban provisi pengelolaan lingkungan hidup selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
(i) Saldo awal;
(ii) Penyisihan yang dibentuk;
(iii) Pengeluaran sesungguhnya;
(iv) Saldo akhir.
(c) Kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan;
(d) Kewajiban bersyarat sehubungan dengan pengelolaan lingkungan hidup dan kewajiban bersyarat lainnya sebagaimana diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan.


TA NGGAL EFEKTIF
15. Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012.

PENARIKAN
16. Pernyataan ini menggantikan PSAK 33 (1994):
Akuntansi Pertambangan Umum.


ED PSAK 33 (revisi 2011):Akuntansi Pertambangan Umum berlaku efektif pada 1 Januari 2012 dengan ketentuan transisi retrospektif. Tanggapan atas ED PSAK 3 (revisi 2011) diterima paling lambat 30 April 2011.

Studi Kasus Motorola Inc Dalam Pembaharuan Divisi ASIC


Sejarah
Didirikan tahun 1928, Motorola menjadi dikenal luas kareba radio dan produk elektronik dan listrik konsumen lainnya. Pada tahun 1960-an, perusahaan ini menjual produk dan semikonduktor, peralatan komunikasi, dan komponen kepada pelanggan, perusahaan industry, dan militer diseluruh dunia.
Dengan kantor pusat di Schaumburg, Illionis, pada tahun 1984, Motorala mencapai penjualan lebih dari $ 5,5 miliar, memperkerjakan lebih dari dari 99.000 orang, dan membelanjakan $411 juta untuk riset dan pengembangan. Perusahaan ini merupakan salah satu dari sedikit perusahaan Amerika yang memasarkan berbagai produk elektronik, dari integrated circuits (IC) yang sangat canggih sampai produk elektronik konsumen.
            Perusahaan diorganisasi sepanjang lini produk dan teknologi. Setiap unit bisnis disusun sebagai sector, kelompok, atau divisi, tergantung pada ukurannya. The Semiconductor Products Sector (SPS) bermarkas besar di Phoenix, Arizona; penjualan pada tahun 1984 lebih dari $2,2 miliar, yang berarti 39% dari penjualan neto Motorola. Sektor itu menjual produknya di seluruh dunia kepada pabrik-pabrik peralatan asli melalui tenaga penjualannya. Produk semikonduktor selaras dengan perubahan yang cepat dalam teknologi. Oleh karena itu, SPS memelihara program riset dan pengembangan delam teknologi semikonduktor yang maju.
PEMBENTUK DIVISI ASIC
Departemen Rekayasa Produk
Rekayasa produk berinteraksi dengan pelanggan dan menjalankan peran sebagai troubleshooter dalam menangani keluhan pelanggan. Ini adalah tanggung jawab aspek teknik dari manufaktur produk yang berkelanjutan. Para insinyur ditugaskan pada satu produk atau lebih dan melayani  pelanggan untuk produk-produk ini. Bila pelanggan mempunyai keluhan tentang IC, rekayasa produk merespons perminyaan tersebut. Oleh karena itu, rekayasa produk adalah antarmuka (interface) teknis antara perusahaan dan pelanggan untuk produk yang ada.
Departemen Perencanaan Produk
Departemen perencanaan produksi dan departemen pelayanan pelanggan menjadwalkan pesanan dari pelanggan. Departemen ini memberitahukan pabrik kapan memulai produksi dan kapan produk yang telah dikerjakan harus selesai. Karena Motorola tidak memiliki sistem perencanaan produksi yang terkomputerisasi, kerja ini dilakukan hanya dengan software mikrokomputer standar, seperti spread-sheet. Pesanan harus ditelusuri secara manual melalui dari bawah (lantai pabrik). Ketika produk dikirim, departemen membebani ongkos kepada klien dan melaporkan informasi ini kepada pengendali keuangan.
Departemen Pemasaran
Departemen pemasaran bertanggung jawab untuk mengidentifikasi prospek awal dan melakukan penjualan kepada mereka. Tambahan pula, departemen pemasaran mempunyai tanggung jawab tertentu atas penetapan harga produk dan meramalkan permintaan pasar secara akurat.
Departemen  Pengembangan produk baru
Kelompok pengembangan produk baru bertanggung jawab atas penjabaran spesifikasi produk pelanggan ke dalam desain yang dapat diproduksi dan untuk produksi prototype tersebut. Kelompok tersebut menyediakan estimasi biaya manufaktur pada kelompok pemasaran. Setelah desain selesai, estimasi biaya dijernihkan; ini dimasukkan dalam rencana implementasi produk, bersama dengan syarat hasil. Sebelum desain produk dapat diserahkan kepada departemen manufaktur,  produk dibuat dalam area pengembangan pabrikasi dengan peralatan produksi. Pada tahap ini, proses harus harus memenuhi spesifikasi hasil minimum. Hasil ini bukan hasil yang diestimasikan dalam menghitung biaya manufaktur jangka panjang dari produk itu, tetapi merupakan hasil yang akan memuaskan ketika produksi bergerak cepat turun ke kurva belajar. Kurva belajar diestimasikan  sekitar 70 persen untuk kebanyakan produk dalam divisi ASIC. Kurva belajar 70 persen berarti bahwa biaya unit untuk volume produksi total akan berkurang dengan 30 persen setiap waktu volume produksi kumulatif menjadi dua kali.
Departemen jaminan kualitas
Quality Assurance (QA) atau departemen jaminan kualitas bertanggung jawab atas kualitas produk secara terus – menerus Tes visual / mekanis lebih subjektif. Cacat pada area ini dapat dikarenakan salah cetak, cetakan tidak terbaca , komponen yang pudar, atau kabel timah yang bengkok. Banyak dari cacat ini tidak mempengaruhi kelayakan rangkaian tetapi hanya mempengaruhi penampilan visualnya. Salah satu tanggung jawa QA adalah menyampaikan kepada manufaktur apa yang merupakan penolakan produk tersebut.
QA memiliki pelatih-pelatih yang berdiskusikan dengan operator manufaktur tentang apa yang menjadi penolakan. Progam ini memilik dua manfaat (1) operator menjadi sadar bahwa mereka perlu memproduksi tingkat kualitas tertentu ; dan(2) bila produk di bawah kualitas yang dapat diterima pada suatu tahap dalam produksi, ini akan segera ditolak oleh operator ; oleh karena itu lebih menghemat biaya manufaktur.
Departemen Manufaktur
Departemen manufaktur terdiri dari pekerja upah per jam, supervisor, dan staf rekayasa pabrik. Pekerja upah per jam terlibat langsung dalam mengoprasikan mesin produksi dan menginspeksi kerja-dalam-proses. Departemen manufaktur mempunyai tugas untuk menjaga kesinambungan proses produksi dan metode yang digunakan dalam perakitan dan untuk pelaksanaan pengetesan. Focus kelompok ada pada proses manufaktur, dan bukan pada produk spesifik.
Pasar ASIC
Dalam pasar semicustom IC, pelanggan menciptakan desain dari “bagian-bagian pembentuk”  (building blocks) yang disediaakan oleh para perancang Motorola. Keterlibatan oleh pelanggan di tengah siklus pengembangan ini berbeda dengan  keterlibatan dalam produk semikonduktor lain yang ditawarkan oleh Motorola. Motorola menyediakan jasa desain bagi pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan yang terlibat secara relative. Oleh karena itu, organisasi Motorola berfokus pada pelanggannya, dan bukan pada produknya.
                Pelanggan divisi ASIC secara khusus adalah pabrik-pabrik computer, seperti DEC, Apple Computer, Unisys, Cray, dan Prime Computer. Pelanggan-pelanggan ini bersaing di pasar yang ditandai dengan perubahan teknolgi secara cepat dan perkenalan produk baru secara cepat juga. Mempersingkat waktu pengiriman produk merupakan kepedulian utama bagi mereka. Kualtas tinggi, waktu pengembangan cepat, dan kemampuan untuk mencapai produksi volume secara cepat penting sekali dalam memenangkan bisnis pelanggan-pelanggan ini. Dibandingkan dengan faktor-faktor ini, harga memiliki adalah prioritas kedua.
                Beberapa pelanggan, seperti Hewlett-Packard, mengembangkan system manufaktur just-in-time (JIT) dan menyatakan kebutuhan mereka untuk pengiriman tepat waktu dan komponen yang masuk berkualitas tinggi.
Sistem Manufaktur dan Akuntansi Motorola
Sebelum bergerak, divisi ASIC merupakan bagian dari sector  korporat lain. Produksi bipolar, sebelum bergerak, menggunakan system manufaktur dan akuntansi yang ada pada Motorola.  Dalam pabrik, mesin dan pekerja di organisasi sepanjang garis funsional. Setiap mesin dikendalikan sebagai bagian dari kelompok fungsi, dan secara fisik dekat dengan mesin lain yang melakukan fungsi serupa. Desain fungsional ini menghasilkan gerakan fisik produk yang besar pada jarak yang relative besar pada lantai pabrik (produksi tingkat bawah). Setiap bagian yang dimanufaktur mempunyai jalur yang ditentukan melalui pabrik itu.
Dalam desain pabrik ini, ada 29 pusat biaya, yang persediaannya dinilai pada biaya standar. Persediaan dikelompokan menurut tahap penyelesaian untuk proses penetapan biaya. Penjaluran (routing) produk melalui pabrik secara khusus meliputi langkah – langkah sebagai berikut: (1) suku cadang, dimana berbagai bahan mentah dibeli dan dipersiapkan; (2) pabrikasi lembaran tipis ( wafer), dimana wafer silicon yang mengandung logic array diproduksi; (3) die (blok potong), dimana wafer dites dan dipotong ke dalam rangkaian individu  atau chip dan dipasang pada substrate paket (permanent chip enclosure); (4) perakitan, di mana kawat timah dipasang pada chip dan pengemasan diselesaikan; (5) tes, di mana chip yang dikemas dites menurut spesifikasi pelanggan; dan (6) barang jadi, di mana produk yang dikemas untuk dikirim.
Sistem ini memerlukan banyak pencatatan. Entry  dibuat setiap waktu produk dipindahkan dari satu pusat biaya ke pusat biaya lain. Audit fisik yang dilakukan atas inventory diperlukan untuk menelusuri dan membuktikan kebenaran jumlah produk.
                Bahan, buruh, dan standar overhead diperbaharui dua kali setahun. Walaupun demikian, standarnya sering kali usang, karena lingkungan dinamis dan kurva belajar yang tajam. Overhead dialokasikan pada produk atas dasar buruh langsung. Buruh langsung secara cermat ditelusuri untuk dapat menetukan biaya buruh pada produk dan untuk menyediakan alokasi overhead pada produk itu. Manajer manufaktur mengestimasikan bahwa diantara 8 persen dan 12 persen dari waktu produktif karyawan dihabiskan dalam membuat catatan.
                Buruh langsung dibayar menurut system upah per jam dan bonus. Bonus kebanyakan ditentukan oleh perbandingan jam buruh langsung actual dengan jam buruh standar untuk setiap karyawan.
                Desain fungsional pabrik mengakibatkan kesulitan dalam menempatkan tanggung jawab atas produk individu. Petugas ekspedisi dalam departemen perencanaan produksi melakukan tugas penting dalam menjamin bahwa produk yang penting dapat diselesaikan secara tepat waktu. Walaupun demikian, pabrik itu terhambat oleh waktu proses yang lambat. Manajemen merasa bahwa waktu penyelesaian IC terlalu lambat, dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan jepang yang bersaing.
                Desain fungsional juga menghasilkan jumlah persediaan besar dan batch yang besar. Ukuran batch yang besar menghasilkan persediaan barang dalam proses di antara stasiun fungsional dan menghasilkan persediaan barang jadi yang secara efektif dihasilkan tetapi mungkin tidak diinginkan oleh pelanggan.
                Banyak orang merasa bahwa, bukannya membantu manajer menghadapi kompleksitas system manufaktur, system akuntansi sebenarnya memperbesar masalah. Pengendalian divisi mencatat, “Kesadaran penting yang pertama dari departemen akuntansi adalah bahwa kami kadang kala menjadi perintang untuk maju. System akuntansi menhasilkan kegiatan disfungsional keseluruhan dan menghambat gerakan pada teknik manufaktur baru.”
                System biaya standar merepotkan dan tidak dipahami secara jelas oleh karyawan pabrik. Karyawan pabrik mengalami kesulitan dalam mengikat varians pada masalah spesifik. Karena varians tidak menunjukkan masalah actual, maka solusi a priori pada varians sulit ditentukan. Pekerja pabrik khusus beranggapan bahwa laporan varians tidak relevan dan oleh karena itu mengabaikannya.
                Ketidaktepatan waktu juga merupakan masalah. Biaya standar dihasilkan setiap bulan. Kurangnya umpan balik harian atau mingguan membuat sulit mencari penyebab varians yang tidak menguntungkan. Varians bulanan merupakan akumulasi banyak kegiatan yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, yang tidak diidentifikasi secara khusus oleh analisis varians. Buku ditutup pada hari kerja ketujuh setelah akhir bulan. Tujuh hari kerja tambahan diperlukan untuk menghasilkan laporan biaya actual dan varians. Pada waktu laporan diterima pada lantai pabrik, departemen manufaktur baru setengah jalan melalui periode akuntansi yang lain.
            
PELUANG UNTUK BERUBAH
                Manajer divisi ASIC yang baru saja terbentuk menyadari bahwa pembukaan sebuah fasilitas produksi baru di Chandler mempresentasikan kesempatan untuk memperkenalkan perubahan pokok dalam operasi manufaktur divisi tersebut. Oleh karena itu, tata letak lantai pabrik baru itu dirancang secara khusus agar sesuai filosofi JIT dan dengan proses spesifik pabrik tersebut. Satu manajer pada tapak pabrik Chandler menyampaikan pendapat bahwa mereorganisasi fasilitas fungsional yang ada untuk melaksanakan pabrik yang menganut JIT itu jauh lebih sulit.
                Pabrik itu diorganisasi di sekitar Sembilan sel: (1) persiapan perakitan; (2) perakitan 72-pin; (3) perakitan 149-pin; (4) perakitan lain; (5) penyegelan, pengetesan mekanis, dan pemberian merek; (6) pemanasan (heat sink); (7) burn-in (pemotongan dangan nyala gas); (8) pengetesan dan pengepakan produksi; dan (9) penggudangan dan pengiriman. (Tampilan 2 adalah diagram tata letak pabrik). Tidak semua produk melalui semua sel-misalnya, tidak semua chips memerlukan heat sink. Walaupun demikian, semua chips yang dihasilkan oleh pabrik Chandler itu diproses dalam sebagian besar sel yang ada.
                Produk bergerak dari sel ke sel dalam urutan yang ditunjukkan dalam Tampilan 2. Wafers (masing-masing terdiri dari sejumlah chip) ditempatkan dalam die cage (tempat blok pemotong) ketika sampai pada pabrik tersebut. Dari die cage, wafer diambil pada sel persiapan die, di mana gate arrays pada wafer  yang belum dites pada fasilitas pabrikasi wafer dicek dengan alat pemeriksa untuk menentukan deretan-deretan mana yang baik. Deretan-deretan yang tidak lolos inspeksi dilemparkan keluar.
                Kemudian, chips diambil pada satu dari tiga sel rakitan (72-pin, 149-pin, lain-lain), tergantung pada family produk dan jumlah sambungan yang diperlukan untuk dibuat pada chips tersebut. Dalam sel perakitan, dibuat sambungan listrik pada chip tersebut. Dalam penyegelan (sealing), pengetesan mekanis, dan sel pemberian merek, chip disegel dalam kemasan pelindungan, dites dan ditandai untuk identifikasi. Dalam sel ini, beberapa chips bervolume rendah dibengkokkan dari arus produk normal ke dalam lini opsi khusus. Garis ini adalah untuk IC dengan volume yang sangat rendah, yang biasanya dibuat untuk pelanggan yang menggunakannya untuk prototype dan pengetesan. Focus dari opsi ini adalah waktu penyelesaian yang cepat; untuk beberapa IC, satu lusin atau lebih dapat dikirmkan dalam tiga minggu dari saat desain diterima. IC dengan volume lebih tinggi disalurkan melalui sel selebihnya. Seperti yang telah disebutkan di atas, tidak semua IC dikirim ke heat sink dan sel pembakaran, tetapi ke heat sink  dan sel burn-in, tetapi semua melalui sel tes, sel pergudangan, dan sel pengiriman.
                Kebanyakan dari proses tersebut dijalankan dengan mesin, dan kebanyakan pemesinan bersifat kompleks dan mahal. Ini secara khusus benar bagi assembly dan test cell. Misalnya, mesin tes yang diotomatiskan pada akhir biaya lini opsi di atas $2 juta masing-masing.
Masing dari sel tersebut dijalankan oleh tim produksi, yang diawasi oleh seorang pemimpin tim. Arus kerja dikendalikan melalui system tarik (pull), dengan area yang direncanakan dengan persediaan terbatas diizinkan di antara stasiun kerja. ( system manufaktur tarik dicirikan oleh produksi yang berfungsi bila persediaan dipindahkan dari persediaan barang jadi ). Bila area penyimpanan di depan stasiun kerja penuh, stasiun sebelumnya harus tetap menganggur. Salah satu dari sel perakitan didiagramkan dalam tampilan 3. Dalam sel ini, chips digabungkan pada bagian bawah dari permanent enclousure (kemasan) dalam stasiun blok pemotong (die bond station), dan bergerak melalui seperti yang ditunjukkan oleh anak panah; operasi final yang dilakukan dalam sel melekatkan kabel timah dalam stasiun sambungan kawat (wirebond stations). Sel-sel tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga produk bergerak masuk ke satu arah sepanjang jalur yang berbentuk huruf U.
Peran Sistem Pengendalian Manajemen
Pengendali Divisi ASIC secara akut menyadari kecenderungan sistem penegendalian yang usang dan yang berlaku untuk menghalangi kemajuan dalam operasi manufaktur. Ia merasa kuat sekali bahwa kantornya seharusnya tidak semata-mata berdiri di sampingnya tetapi harus mengambil posisi positif dalam mendorong perubahan-perubahan di seluruh divisi itu. Walaupun demikian, ia bertanya-tanya jenis sistem pengendalian manajerial manakah yang akan melengkapi dan bahkan mengarahkan perubahan-perubahan progresif yang terjadi dalam operasi divisi tersebut.       
Pertanyaan
1.       Apakah factor2 keberhasilan kunci untuk divisi ASIC pada Motorola?
2.       Apakah system biaya standar tradisional berkenaan faktor2 sukses kunci ini?
3.       Apa ukuran yang baik dari faktor2 sukses kunci ini?
4.       Bagaimana anda mengendalikan pabrik (plan) dengan menggunakan ukuran2 ini dan struktur pabrik yang ada saat ini?
Kekurangan:
1.      Tidak ada penjelasan tentang divisi Kontroler Financial
2.      Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang 29 pusat biaya?